Jumat, 29 November 2013

Pizza


Sudah lama banget nih gak nulis menulis. Bukannya saya sok sibuk, tapi emang beneran sibuk. hehe. Ditambahin males juga sih. Oiya ini bikinnya udah lama juga sih beberapa hari yang lalu. Pizza nya pun udah ludesss. Tapi toh saya masih punya hutang buat share resep si pizza tanpa ngulenin ini.

Hai haaai Liesa. Temen saya di Padang nun jauah di mato sana. Maap pake lama yo nduk.
Dan tak lupa saya ucapkan banyak- banyak terimakasih untuk apresiasi pemirsah atas blog ini. Yang sudah mengirimkan saya email. Dari beberapa teman, sahabat dan kenalan baru di dunia maya. Dari sabang sampe Merauke, dari satu negara dan belahan benua lainnya. Smoga kalian dalam keadaan sehat semua. Mudah-mudahan yang baca gak tambah bingung dengan bahasa saya yang seadanya ini yah. Hehe ^^

Okey, back to topic. Ini pizza praktis tanpa ngulenin. Hah? koq bisa? saya juga gak percaya sih pas pertama baca-baca resep nya mbak Endang ini. Tapi pas dicobain eh ternyata beneran gampang looh. Hanya memberdayakan kulkas. 

Ini juga dalam rangka setran perdana saya di grup Pawon Ibu. Grup yang digawangi oleh Mbak Yulyan dkk. Haloo mbak Eeyand. Saya suka banget deh sama foto hasil karya beliau. Terlihat ada jiwa nya, dan ke ciri banget deh. Emang harusnya gitu yah. Foto kita gak perlu di watermark pun udah keliatan khas. Tapi ya namanya daripada daripada tetep harus ada hak cipta. haiiish*




Adonan Pizza Tanpa Diuleni. Resep yang ambil dari blog milik mbak Endang. Thx for translate this receipe.

Resep diadaptasikan dari web King Arthur Flour, Blog - No-Knead Thin-Crust Pizza: it doesn't get any easier than this 

Bahan adonan  pizza:
- 150 ml air hangat
- 2 sendok makan minyak zaitun atau minyak sayur biasa
- 1 sendok teh ragi instan, pastikan fresh dan cek masa kedaluarsanya (misal Fermipan)
- 1/2 sendok teh garam
- 180 gram tepung terigu serba guna atau protein tinggi (misal Segitiga Biru atau Cakra Kembar)

Saus:
- 3 sendok makan saus spaghetti bolognese botolan siap pakai ( saya pakai saus tomat homemade)
- sedikit oregano dan bay leaves ( italian seasoning )
- 1 sendok teh gula pasir
- 1 sendok makan saus tomat botolan

Topping:
- ayam cincang dengan tumisan bawang bombay bersama wortel parut dan jagung pipilan
- daging cincang ditumis dengan bawang bombay, bumbui dengan lada, pala dan garam
- Jamur Kancing/ Champignon yang sudah dalam bentuk slice/ irisan 
- saus tomat homemade
- mayonese 
- keju di parut ( saya pake creamcheese)
- mozarella ( saya gak pake karena emang gak ada stok)

Cara membuat:

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu dan garam, aduk rata dengan spatula. Masukkan semua bahan adonan pizza lainnya,  aduk hingga semua bahan tercampur rata dan menjadi adonan yang kasar, lembek dan agak basah. 

Tutup mangkuk dengan kain, biarkan di suhu ruang selama 1 jam hingga mengembang. Masukkan adonan ke kulkas dan biarkan 1 - 2  jam lagi dalam posisi tertutup kain. Adonan boleh didiamkan di kulkas maksimal hingga 7 jam. Semakin lama adonan diisitirahatkan maka roti akan terasa semakin sedap. 

Selama adonan diistirahatkan kita akan mempersiapkan bahan-bahan lainnya. 


Menata pizza:

Panaskan oven di suhu 200'C.  

Siapkan loyang, saya menggunakan loyang besi bulat diameter + 30 cm. Anda bisa menggunakan loyang lainnya yang ada di rumah dan bentuknya juga tidak harus bulat ya.

Keluarkan adonan pizza dari kulkas, letakkan di atas loyang. Menggunakan ujung-ujung jari tekan-tekan adonan hingga melebar dan memenuhi loyang. Usahakan setiap permukaan adonan memiliki ketebalan yang sama. Adonan lembek, tidak lengket dan mudah diatur. 

Tusuk- tusuk adonan menggunakan garpu. Merata.

Masukkan ke oven panggang selama kurleb 20- 25 menit. Sampai kecoklatan, lalu keluarkan.

Olesi permukaan adonan dengan saus, gunakan kuas untuk mempermudah pekerjaan anda. Jika tidak ada bisa menggunakan ujung spatula plastik. Tata topping.

Panggang pizza selama 15 menit atau hingga roti terlihat mulai kecoklatan dan kering permukaannya. Menjelang 5 menit, matikan api bawah, gunakan hanya api atas saja. Keluarkan dan potong-potong selagi hangat. Jika anda tidak memiliki pizza cutter, gunakan saja gunting untuk memotongnya. Praktis, rapi dan cepat.

Santap selagi hangat. 


Source:
Web King Arthur Flour, Blog - No-Knead Thin-Crust Pizza: it doesn't get any easier than this



Hasilnya memang tidak se empuk dengan pizza yang dijual di PH. Tapi menurut selera suami saya. Ini baru yang namanya pizza. Berbeda dengan pizza yang ada di Indonesia yang cenderung dough nya lembut seperti roti dengan ketebalan yang super duper. Sedangkan pizza jenis ini lebih krenyes dan garing.

Lumayan deh gak usah capek ngulenin. Cocok banget buat yang gak doyan ribet seperti saya sekarang ini. Gak banyak makan waktu. Karena untuk isian saya udah menyicil bikinnya. cerdas bukan? hihi. ^^

kalo Sarah mah, doyan beraaat. Habis selesai sesi foto-foto, itu tanagn mungilnya langsung nyomoot sesuka hati. Yang ada di kamus Sarah ini enak dan enaaaaak banget.







Selamat Mencoba.


***

Balikpapan, 29 November 2013

Jumat, 22 November 2013

Potato Churros



Masih dalam rangka #1 DSB challenge. Temanya Kentang. Kemaren udah sempet nyetor sih, cuma gak puas sama fotonya yang asli blawuuuur banget. Padahal resepnya super praktis. Mini burger Kentang. InsyaAllah nanti kalo sempat saya posting juga disini. 

Anyway, udah lama penasaran sama cemilan yang berasal dari negara Spanyol ini. Yup, Churros dengan dobel r ya. Males ngedit huruf yang di foto itu. hehe. Saya liat resep ini pertama kali di buku resepnya bu Sisca. Eh erus, ketemu lagi pas liat di sebuah majalah. Trus, banyak juga foodblogger berseliweran udah eksekusi resep ini. 

Si churros ini, sebenernya bisa di tambah dengan kentang atau labu kuning disini biasa disebut Waluh. Rasanya manis. Beda loh sama Kabocha.

Tapi karena temanya harus kentang, yasudahlag saya bikin pake kentang aja. Next time penasaran pengen bikin pake waluh. Mungkin lebih manis kali ya. ^^




Resep 

Bahan :

- 180 gr Kentang / labu kuning ( saya timbang setelah saya kukus dan haluskan, kurang lebih dari 3 kentang ukuran sedang )
- 180 gr tepung terigu
- 2-3 butir telur ( saya pake 3 butir karena telur ukuran kecil)
- 250ml susu cair ( bisa diganti dengan air)
- 115 Margarin / mentega ( saya pakai margarin)
- 1/4 sdt garam
- 1 sdm susu bbuk / gula halus
- Keju parut cheddar ( lupa gak nimbang sepertinya sekitar 50gr)

Topping :
DCC yang di tim bersama butter
gula halus untuk dusting

Cara membuat :
- Panaskan susu bersama margarin di panci, lalu nyalakan api. Aduk hingga margarin larut.
- Masukkan kentang dan keju. Sambil terus diaduk
- BUmbui dnegan garam dan gula halus/ susu bubuk
- Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk
- Aduk memakai spatula, hingga tidak bergerindil. Sampai kalis yakni adonan sudah tidak lengket di panci. Matikan api. Angkat dan dinginkan
- Ambil mixer atau spatula aduk adonan, hingga uap air hilang. Tidak terlalu panas bila disentuh jari
- Masukkan telur satu persatu sambil aduk menggunakan mixer. Sampai agak lengkat dan dingin matikan mixer.
- Masukkan ke dalam plastik segitiga. Gunakan spuit bintang yang besar. ( Saya gak sabar, jadi pake spuitnya cuma sedikit).
- Siapkan loyang yang ditaburi tepung
- Bentuk sesuai selera di loyang. Panjang, melingkar dan bebas berkreasi.
- Masukkan loyang ke dalam frezzer. Simpan minimal 2 jam. Hingga agak mengeras
- Baru siapkan minyak goreng di wajan
- Goreng hingga kecoklatan. Sajikan hangat menggunakan topping gula halus dan coklat leleh.

Catatan : Adonan bisa disimpan terus di dalam frezzer. Ambil sedikit lalu goreng sesuai kebutuhan. Tahan sampai dnegan 3 hari di dalam frezzer. 




Hasilnya, mirip kue sus yang di goreng. Dengan bagian tengah yang kosong sebenernya enak juga kalo dikasih filling mirip-mirip antara eclairs dan donat. Tapi kalo donat kan pake acara dibanting-bantik dan pake ragi. kalo ini kan enggak sama sekali. Bikinnya gak makan waktu banyak sih, kecuali pas ngebentuk nyepuit nya itu loooh. Hadeeeh bikin gak sabaran, karena spuit saya bentuknya kekecilan. Jadi lamaaaa banget nyepuitnya. Akhirnya gak sabar, saya bikin asal jadi aja. Hehe ^^




Selamat Mencoba.

***

Balikpapan, 22 November 2013

Kamis, 21 November 2013

Ayam Goreng "Pok-Pok"


Kali ini saya ingin membagi resep yang lumayan udah pada hapal mati kayaknya dikalangan Ibu-Ibu. Tapi menjadi hal yang tak mudah, untuk seorang istri yang baru saja terjun ke dapur. Yup, bisa dibilang sering banget adik-adik saya yang baru melangkah di dunia perumah tanggaan ini tanya resep inilah itulah. Dan selalu dengan sigap saya tuliskan. Mulai dari bumbu yang paling simple. termasuk ayam goreng ini. Halo-halo adik-adikku tersayang di Jogja dan Jakarta. Winny dan Lisa. Ni mbakmu tulisin disini yah, biar gak bolan-balen takon wae nganti bosen. 

Oiya, kenapa namanya Ayam Goreng 'Pok-pok'? Ini dinamakan sama Sarah El Hurriyah. Karena setiap ketemu ayam baik hidup ataupun mati, Ia selalu menamaknnya dengan ayam pok-pok. Hehe. lucu yah. ^^








Rabu, 20 November 2013

Nagasari Hunkwe

Kemarin tepatnya saya sengaja order ke tuksay untuk dibelikan pisang raja. Karena emang niat mau bikin kue cemilan untuk ngaji. Semangat 45 dan bambu runcing. Tambahin deh pake iket kepala ala samurai. Pokoknya sore ini harus jadi makanan buat dibawa ngaji besok harinya.

Ternyata, mendadak saya migren pemirsah. Terkapar tak berdaya oh tidaaak! lebay dikit*
Tapi tetep keukeuh mau eksekusi si pisang. Karena saya udah bawa golok buat nyabetin daun pisang minta tetangga deket rumah. Sampe Pak Burhan, yang lagi bersih-bersih kebon juga ikutan semangat nebangin daun pisang yang tinggiiii sekali diatas. Sampe manjat-manjat tembok segala. Makasih pak atas hasil jerih payah anda. Anda layak jadi security komplek. ^^





Sambil puyeng dan kliyengan, saya masak. Eh ternyata saking kliyengnya gak bisa bedain warna tepung. Asal campur aja, jadilah warnanya coklat gak jelas. Karena emang sengaja saya bikin si nagasari kali ini menggunakan tepung Hunkwe. Sebenernya saya beli Hunkwe ini karena mau dibikin cendol. Eh cendol saya yang pertama suksesss berat looh. Tapi gak sempet acara poto-poto. Karena udah ludes ditangan suami saya dan Sarah. Bikinnya aja bertiga sampe masuk dapur. Heboh dan penuh keringet. Haha.

Lah koq jadi ngomongin cendol siiih? Back to topic.
Nagasari. Udah saya siapin daun pisang, dijemur, dirobek-robek dan agak dipanaskan sedikit layu dan mudah dibentuk. Tapi gara-gara kliyengan itu tadi, akhirnya yang dibungkus daun pisang cuma jadi 7 bungkus. Selebihnya saya punya akal cerdik. Yup, masukin dalam cetakan aja biar cepet. 

Ada yang belum kenal sama tepung Hunkwe? Nih saya kasih bocoran sedikit ya. Haha. kayak ujian aja deh. 

Tepung hunkwe merupakan tepung dari kacang hijau. Tepung ini berwarna putih dan biasanya dikemas dengan kertas berbentuk silender sekitar 18 cm. Jika dimasak tepung ini aromanya harum dan berwarna bening dan kenyal teksturnya. Biasanya diolah menjadi cendol, kue pisang atau puding. Karena agak unik aromanya maka tepung ini sulit diganti dengan tepung lain. Meskipun bisa juga diganti dengan tepung kanji dengan hasil sedikit berbeda.





Resep

Bahan :
- Pisang raja dikukus dan dipotong- potong membujur serong samping
- 400ml santan
- 120 gr Tepung Hunkwe
- Daun pisang yang sudah dijemur dan dilayukan agar mudah dibentuk
- 100gr Gula pasir
- 1/2 sdt garam
- 2 ikat daun pandan simpulkan
- 2 batang vanilla pods, keruk isinya


Cara membuat :
- Masukkan ke dalam panci kecil semua bahan diatas kecuali daun pisang dan buah pisang. Aduk dulu hingga merata
- Lalu bila sudah merata semua bahan, nyalakan api sedang. Aduk terus hingga mengental
- Matikan api bila adonan sudah terasa berat.
- Tata di lembaran daun pisang, gulung dan lipat rapih. Atau bisa juga gunakan cetakan.
- Masukkan ke dalam kukas hingga mengeras.



Akhirnya si nagasari bertransformasi jadi kayak puding. Hasilnya enak sih. Cuma saya lebih suka nagasari memakai tepung beras. Itu lebih juara dibanding ini menurut saya loooh. Kembali lagi ke selera masing-masing.

Nah, bener kan saya bilang resepnya simpel dan praktis gak pake acara kukus mengukus. Ni resep ekspress buat orang migren yang maksain masak. ^^

Selamat Mencoba

***

Balikpapan, 19 November 2013

Senin, 18 November 2013

Jurnalnya Yusuf (2)

Udah lama yah gak update perkembangan Yusuf. Oiya, just info ini blog emang bukan hanya sekedar untuk saya sharing resep dan melulu tentang makanan. Tapi juga sharing banyak hal. Terutama kehidupan dan keluarga saya sendiri.

Ada banyak hal untun diceritakan disini. Curcol? Ah gak juga sih. Toh dulu, saat saya rajin update jurnalnya Sarah disini. Saya jadi banyak tahu, dan bisa membandingkan antara perkembangan Sarah dengan Yusuf dengan umur yang sama.

Buat orang lain sih gak penting. Tapi untuk saya sebagai Ibu mereka. Pentiiing banget. Dan kelak untuk catatan saya serta anak-anak bila mereka sudah beranjak dewasa.

Ya, mudah-mudahan blog ini bisa berumur panjang, walaupun umur saya sebagai manusia sudah pasti ditentukan dan digariskan oleh Allah SWT.

Okey, back to topic. Biasa deh, selalu ngomong ngalor ngidul dulu.

Karena dari judulnya sudah jelas. Jadi didalam tulisan ini gak bakal saya cantumkan resep ya. Haha* yang baca juga udah ngerti kaleee.

Terakhir menimbang Yusuf saat diberikan vaksin BCG. Yup sekitar tanggal 22 September 2013. Dengan BB 6,3kg dan panjang 64cm. Pemberian vaksin dilakukan di klinik kantor suami saya.

Saat itu memang vaksin jenis BCG sedang mengalami kelangkaan di sekitar Balikpapan. Yusuf termasuk ke dalam waiting list untuk mendapatkan BCG. Alhamdulillah, kami beruntung bisa mendapatkannya selang tiga hari dari ulang bulan ketiga Yusuf.

Saat saya menulis ini, berarti Yusuf sudah masuk bulan ke empat. Tak terasa empat bulan sudah Yusuf mulai menapaki kehidupannya.

Perkembangan secara motorik nya baik. Sudah mulai bisa tengkurep sendiri pas di ulang bulannya yang ketiga. Persis seperti Sarah. Memang sengaja saya latih anak-anak saya untuk tumbuh kembang di lantai.

Bukan langsung di lantai sih, karena tetep saya alasi karpet dan perlak biar tak kedinginan. Dengan maksud tak lain adalah agar Ia bisa beradaptasi dengan baik dengan tempat yang keras. Maksud saya begini. Bila Ia terbiasa di kasur terus, Ia akan tumbuh menjadi anak yang terbiasa dengan tempat yang empuk dan nyaman.

Nah, tempat dimana Ia terbiasa diletakkan akan mempengaruhi bagaimana cara Ia bisa menjatuhkan kepalanya saat posisi berguling dan tengkurep. Yusuf terlihat lihat saat menjatuhkan kepalanya di tempat yang keras sekalipun. Jadi Ia cepat sekali bisa berguling-guling kesana kemari.

Dengan bobot yang lumayan berisi, Yusuf bisa beradaptasi dengan baik. InsyaAllah saya akan memberikan ASI ekslusif sama seperti Sarah dulu. Mudah-mudahan bisa sampai usianya dua tahun. Aamiin*

Foto yang terlampir diatas, menunjukkan Yusuf sudah bisa merespon dengan baik. Ia sudah bisa merespon lawan bicaranya. Tersenyum dan tertawa. Ah, hati siapa yang tak luluh melihat tawa cerianya.

Saat lelah mendera, senyum anak-anak lah yang mampu menyejukkan hati. Menjadi penyejuk mata orang tuanya.

Termasuk kategori anak yang rewel kah Yusuf? Tentu tidak. Terbiasa saya gendong? Ah itu mah pola asuh orang jaman dulu kali. Sekarang saya biarkan Ia bermain. Saat sudah haus, baru saya angkat dan berikan asi. 'Bau tangan' kata orang Jawa. Kalo anak yang terbiasa di gendong, pasti Ibunya lah yang susah, jadi gak bisa mingset ngapa-ngapain. Nah, ini tergantung kita juga. Pola asuh seperti apa yang akan kita terapkan kepada anak-anak kita.

Mungkin saat ini juga menjadi landasan dan bentukan. Mau kita bentuk menjadi apa anak-anak kita kelak. Saat masih bayi sekalipun.

Sama seperti Sarah, Yusuf juga berclodi loooh. Ah sayang file foto Yusuf yang lagi mejeng pake clodi nan unyu-unyu itu udah dipindah semua ke lapto siiiih. Jadi lain waktu saya posting disini deh. Gak janji deh,Kalo masih inget* hehe

Walaupun saya akui, memang saya campur dengan Diapers juga sih. Apalagi saat musim hujan datang, waduuuh itu stok clodi berapapun banyaknya gak bakal cukup untuk gonta-ganti seharian. Hujan sama dengan cucian gak kering, sama dengan pake diapers sementara.

Oiya, ada hal yang perlu dicatat disini. Kemarin saya sempet makan enak. Sampe lupa daratan kalo saya lagi menyusui. Saya tuh makan udang. Masak Udang ditepungin pake tepung roti. Tadinya cuma nemenin Sarah makan,eh eh tapi koq keterusan. Jadi habis banyak deh.

Keesokan harinya Yusuf bentol-bentol merah kayak habis digigit semut disekujur kaki dan tangannya. Waduuuuh maafkan mama ya nak! Jadi anak ini sama kayak Sarah dulu, alergi namanya udang.

Oke sip mama catet ya. Besok udang gak ada dalam list makanan mama lagi deh. Walaupun godaannya itu amat sangat beraaat buat saya. Hiks :'(

Sekian dulu ya update jurnalnya Yusuf. Saya udah ngantok yang teramat dahsyat nih. Lanjut lagi next time yah.

***

Balikpapan, 18 November 2013

Salam sukses
Ridha (innatikariedha@yahoo.com)

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Cinnamon Bread Pudding

Cara Jitu menghabiskan roti tawar gandum yang mendekati tanggal expired. Biar lakuuu laris manis... kayak yang bikin. haha. Narsis kumat*

Kemaren sempet bbm an sama mbak Titi. Cerita kalo saya lagi maleees baking. Eh pas hari ini liat foto CBP ini nangkring di dp bbm saya. Langsung deeeeh mbak Titi komen yang pertama. katanya gak mau baking. Eh mbaaaak, ini gak pake baking koq. Cuma uplek-uplek jadi deh. Gak perlu ngeluarin mixer dan alat berat lainnya.

Trus pas sempet blogwalking ke dapur manisnya mbak Rina Audie. Nangkring resep bingka roti kukus. Asli deh ngiler kepengen bikin. Eh baru keinget punya roti gandum di kulkas, yang gak laku-laku.





Resep nya,

Bahan :

- 7 s/d 10 lembar roti tawar gandum atau roti tawar biasa (saya pakai roti gandum dengan ukuran kecil)
- 500 - 700 ml santan cair ( saya pake susu UHT karena lupa beli kelapa parut)
- kismis merk sunmaid satu kotak ukuran kecil (seukuran 42,5gr yang saya baca sih segitu dikotak nya)
- Kayu manis
- 100 gr palm sugar
- 2 butir telur kocok lepas
- Pisang raja

Cara :
- Loyang telebih dulu olesi dengan margarine agar mudah lepas
- Kocok Palm sugar, telur dan susu dalam wadah besar, Kemudian masukkan kismis yang telah di rendam sebelumnya dnegan air panas. Aduk rata. 
- Masukkan roti tawar yang sudah dipotong-potong menjadi bagian kecil
- Biarkan sebentar sambil dikocok dan tekan-tekan. Campuran susu akan meresap ke bagian roti. Parutkan Kayu manis untuk menambah aroma. Bila tidak ada kayu manis ganti dengan vanilla pods.
- Tambahkan beberapa buah pisang raja potong-potong kecil. ( Tapi saya gak pake karena emang gak ada stok pisang di rumah ).
- Masukkan ke dalam loyang, dan kukus kurleb 20-25 menit. Asal ditusuk tidak melengket, matikan api. Dan angkat.


Topping :

Tim DCC bersama sedikit butter. Pada bagian ini saya gak menakar, hanya memanfaatkan saja sisa stok. Lalu masukkan ke dalam plastik segitiga dan taruh diatas cake merata.




Hasilnya wanginya semerbak khas kayu manis. Disantap hangat maupun dingin sama- sama enaknya. Buktinya, lebih laris manis ketimbang roti tawar yang dibiarkan begitu saja di kulkas. Sebenernya resep aslinya pake santan. Makanya nama resep aslinya Bingka roti kukus. Tapi karena saya pakenya susu dan jauh melenceng dari bingka. Yowes ganti nama jadi Bread Pudding saja lah. Ini sebenernya resep yang sudaaaah ribuan kali saya bikin dengan mengguunakan pisang. Tapi di oven, biar harumnya lebih semerbak dan rasanya juga enak. Nah, kalo dikukus, jujur ini baru pertama kali nyoba. Next time saya mau coba yang bener- bener pake santan deh. Sepertinya lebih nendang dan gurih ya. Ini udah dibagi=bagi ke ART dan tamu yang mendadak dateng ke rumah. Asiik, tandas juga si roti gandum yang tak laku-laku. Alhamdulillah gak kebuang pecuma. ^^

Kalo Sarah, jangan ditanya deh. Pertama yang dimakan adalah bagian toppingnya. Namanya juga Chocoholic. Habis itu baru deh minta dipotong-potong kecil bread pudingnya ini. ^^




***

Balikpapan, 18 November 2013

Sabtu, 16 November 2013

Mochi with Almond filling




Mochi with Almond filling

Senengnyaaa bisa bikin mochi sendiri. Gak perlu jauh-jauh ke Sukabumi. Jadi ceritanya dalam rangka menghabiskan tepung ketan yang udah lama numpuk di dapur. Trus kepikiran sih mau bikin korean Bread yang pake pasta ketan didalamnya, ini niih gara-gara bbm an sama mak Umy malem-malem. Cumaaaan koq ya ngoyo banget ya ngulenin roti pake tangan. Lagi kumat malesnya niih. Udah kemringet duluan deh. Walaupun masih juara si water roux sih menurut saya. 


Okey, nulis resepnya setelah saya tepar juga. Biasa deh habis asik masak, lalu terbitlah cucian yang menumpuk. Jadi habis nyuci piring, udah males duluan deh. 


Spesial untuk bulek Lies di Purwodadi dan Jeng Yustisi di Padang. Hay hay haloo semua. Smoga semua dalam keadaan sehat disana. 

Bulek Lies cerita kalo anaknya, Fachri. Doyaaan banget sama kue mochi yang satu ini. Toss dulu deh sama mbak Rid. ^^

Saya juga pernah dikasih oleh-oleh mochi dari Jakarta dengan aneka rupa isian. Dari coklat, kacang, keju sampe durian. Wuidiiih sekarang hebring yah rasa-rasa mochi. 
Nah, pas ke Jakarta sekeluarga. Saya menyempatkan kencan berdua saja sama suami (kapan lagi bisa beduaan sama suami ditengah kehebohan punya anak) ke Blok M Mall deket sama rumah mertua sih. Eh ternyata tak diduga, saya menemukan gerai si mochi aneka rasa ini. Wow. seneng deh rasanya. Tapi abis makan, sibuk nyari air minum gara-gara seret di tenggorokan. Haha. ^^





Darimana kue mochi ini berasal? Saya juga tidak tahu persis. Yang saya tahu ya dari Sukabumi eh Jepang dink. Nah loo bingung kan? Yuuk kita tanya paman google saja. 


Soalnya kue ini ada di hampir seluruh daerah Indonesia Raya. Dari Sukabumi, Bogor, Cianjur, Jakarta sampai ada temen saya juga cerita ini merupakan oleh-oleh khas Semarang. Naaaah lo tambah bingung saya. Okelah cekidot sedikit googling saya mengenai kue mochi. 


Tidak ada yang tahu dengan pasti bagaimana atau dari mana kue mochi berasal (ada yang bilang dari China), tapi kue yang terbuat dari beras yang ditumbuk ini sudah digunakan untuk perayaan tahun baru bagi para bangsawan Jepang selama periode Heian (tahun 794 - 1185). Pada awal abad ke 10, berbagai jenis mochi digunakan sebagai persembahan kekaisaran pada upacara keagamaan. Catatan dari era tahun 1.070 menyebut kue beras ini sebagai "mochii." Baru sekitar abad ke 18, orang-orang mulai menyebutnya "mochi." 



Berbagai teori menjelaskan asal muasal nama tersebut. Salah satunya adalah bahwa "mochi" berasal dari kata kerja "motsu," yaitu 'untuk menahan atau memiliki,' menandakan bahwa mochi adalah makanan yang diberikan oleh para dewa. Ada pula kata "mochizuki" yang berarti 'bulan purnama' dan ada orang yang menyebutnya "muchimi" yang berarti 'lengket.' Petani Jepang jaman dulu dikatakan memakan mochi pada musim dingin untuk meningkatkan stamina mereka. Para samurai suka dengan mochi karena mudah untuk disiapkan dan dibawa kemana-mana. Katanya suara mochi yang ditumbuk adalah tanda bahwa mereka hendak pergi ke medan perang. 

Sudah merupakan tradisi dalam masyarakat Jepang untuk memakan kue mochi dalam rangka merayakan acara tahun baru, karena itulah kita bisa melihat banyak orang melakukan mochitsuki pada bulan Desember ini. Mochitsuki adalah cara tradisional orang Jepang dalam membuat kue mochi menggunakan palu kayu untuk menumbuk-numbuk beras mochi yang dikukus dalam wadah batu atau kayu. Setelah beras menjadi lengket, dipotong menjadi potongan-potongan kecil kemudian dibentuk menjadi bulat atau oval. 






Daaaan, ini dia resepnya :

Bahan : 

- 220 gr tepung ketan putih

- 110 gr gula pasir
- 200 ml santan (bisa diganti susu cair)
- tepung ketan sangrai

Filling :


- 80gr kacang almond slice

- 50-100ml air/susu cair 
- 100 - 150gr palm sugar ( sesuai selera tingkat kemanisan )


Cara membuat :


Kulit :


Campur tepung ketan dan gula, aduk rata. Masukkan santan sambil diaduk sampai rata. Kalau mau dikasih pewarna bisa pada tahap ini. Tuang dalam pinggan tahan panas yang lebar agar matangnya cepat. Jangan lupa untuk mengolesi pinggan dengan minyak.


Kukus selama kurang lebih 30 menit atau sampai ditusuk sudah tidak terlalu lengket.


Angkat lalu tuang di atas meja kerja yang sebelumnya sudah diberi ayakan tepung ketan sangrai. Pipihkan sebisanya.


Cara membuat filling:

Sangrai atau oven kacang almond slice . Saya menggunakan oven. Karena di sangrai butuh diaduk-aduk agar panasnya merata.
Oven dengan menggunakan alas kertas roti. 180der selama kurleb 10-15menit. Asal kecoklatan, matikan oven.
Lalu masukkan ke chopper/blender/grinder bersama dengan palm sugar.
Masukkan ke panci kecil masak diatas kompor sambil di beri air/susu cair sedikit-demi sedikit Bila dirasa sudah kalis hentikan memberi susu/air. Masak sambil diaduk sampai kalis. Dinginkan, bentuk bola-bola. Sisihkan.

Penyelesaian :


Ambil kulit panas-panas, lalu masukkan satu persatu filiing ke dalamnya. Tutup rapi dan balurkan ke dalam tepung ketan yang sudah disangrai sebelumnya.






Saya ceritain dulu ya kebodohan saya dalam membuat si kue mochi ini. Pertama karena saya pake jurus masak yang was wes wooosh kudu ekspress. Jadi saya dahulukan membuat kulitnya. Lalu membuat filling nya. 


Pas saya coba sangrai si kacang almond. Ternyata butuh diaduk-aduk terus agar panasnya merata. Nah, kebodohan saya yang pertama adalah. Tidak mengaduk-aduk. Malah dengan santai ditinggal ambil jemuran diatas. Lalu, cium bau gosong dari atas, waduuuh kacang almond saya pun suksess gosong bagian bawahnya. Yang atas masih bisa diselamtakna. Fiuuuh untunglah*


Dan dilanjutkan dengan kebodohan saya yang kedua. Pas tau si almond nyaris gosong semua. Buru-buru saya pindahin ke dalam oven. Yang bagian gosong saya buang. Hiks mubazir ya. Lah mau gimana lagi. Jadi saya taruh si almond dengan dialasi kertas roti menyebar di oven. Lalu saya setting 180der Celsius dengan waktu panggang kurleb 10menit. Daaan saya tinggal mandiin Yusuf dan Sarah. Setelah saya mandiin bocah-bocah nan lucu ini, saya sempatkan melongok ke dalam oven. Naaah lo kenapa warna si almond koq gak berubah? masih putih mulus. Bingung donk saya. Toweeeeww ternyata saya belum nyalain tombol ON pada oven. Hadooooh jedotin pala ke tembok deh kalo gini kapan matengnya???!!! #*#~$%


Tak berhenti begitu saja, serasa dapet kutukan. Hal bodoh berikutnya terulang kembali. Saat saya masukkan filling ke dalam mochi. Alamaaak percobaan adonan pertama si mochi keras banget, hampir gak bisa di bentuk. Ternyata saya mendiamkannya terlalu lama di ruangan terbuka. Gini deh, kalo bikinnya disambi-sambi. Jadilah saya bikin asal goblek. Gak bisa nutup sempurna sih, malah jadi kue mochi gulung. Haha. maksa pool*


Oiya just info. Saya bikin dua resep yah. Satu resep memakai santan dan resep yang lain dengan memakai susu cair. Hanya untuk membandingkan saja sih. 


Dengan deretan kebodohan itupun, akhirnya saya mendulang kesuksesan yang gemilang. Adonan dengan memakai santan saya panaskan ulang di dandang. Dan langsung segera saya bentuk. Siiip deh. Sempurna!.



Penampakan filling yang sampe bleberrr karena kebanyakan ngisinya. So yummy  anyway ^^

Oiya Almond juga bisa diganti dengan kacang tanah biasa. menurut saya sih tidak banyak perbedaan mengenai rasa. Hanya kandungan gizi memang sangat berbeda. 

Saya kutipkan beberapa manfaat dan kandungan nutrisi dari Almond yaaah. 

Almond merupakan sumber nutrisi penting, vitamin, mineral, asam lemak, dan serat makanan yang diperlukan untuk otak dan tubuh yang sehat. Selain bisa dimakan secara mentah, kacang almond juga biasa digunakan sebagai bahan dalam membuat salad.

Almond juga mengandung vitamin E ekstra, vitamin B kompleks, dan asam lemak omega-3. Mengkonsumsi segenggam almond setiap hari menyediakan asupan protein yang cukup tinggi sehingga akan mencegah Anda dari rasa lapar yang berlebihan. Ditambah lagi, Anda akan mendapatkan semua vitamin penting yang dibutuhkan tubuh Anda.

Nah, berikut ini merupakan manfaat kacang almond untuk kesehatan :

1. Menurunkan kolesterol

Konsumsi secara teratur almond bisa membantu menjaga kadar kolesterol karena membantu meningkatkan protein high density lipoproteins (HDL) atau kolesterol ‘baik’ dan menurunkan jumlah protein low density lipoproteins (LDL) atau kolesterol ‘jahat’.

3. Kesehatan kulit

Minyak almond digunakan secara luas untuk perawatan kulit. Kulit manusia cenderung kehilangan minyak esensial, karena adanya aktivitas sehari-hari dan kekeringan kulit pada musim dingin. Tetapi, body massage dengan minyak almond bisa memberikan keajaiban bagi kulit dengan mengembalikan kemilau yang hilang.

6. Perkembangan janin

Asam folat dalam almond memainkan peran penting dalam pertumbuhan yang sehat dari sel dan jaringan. Mengonsumsi almond bisa bertindak sebagai sistem pertahanan yang kuat terhadap cacat lahir. Oleh karena itu, almond sangat diperlukan untuk pertumbuhan janin yang sehat.

2. Perkembangan otak

Jika Anda ingin memori yang baik, maka konsumsilah setidaknya 4-5 almond setiap hari karena membantu mempertajam memori.

4. Mencegah sembelit

Almond merupakan sumber makanan yang kaya akan serat. Dengan demikian, almond mampu membantu mencegah sembelit dan membantu kinerja gerakan usus.

5. Perlindungan terhadap diabetes

Almond mengontrol kenaikan gula darah dan tingkat insulin yang tidak diinginkan setelah setiap makan, sehingga berfungsi sebagai dinding pelindung terhadap diabetes.

Kandungan Nutrisi Kacang Almond

Para peneliti telah melakukan studi yang telah menemukan beberapa fakta gizi yang menakjubkan tentang almond. Anda mungkin sudah tahu bahwa almond mengandung lemak sehat yang baik untuk jantung. Akan tetapi, ternyata almond juga dilengkapi dengan segudang nutrisi penting lainnya, mulai dari vitamin, mineral, protein, serat, dan tentu saja asam lemak sehat. Semua nutrisi penting tersebut merupakan antioksidan yang sangat baik untuk membantu Anda menangkal radikal bebas dalam tubuh sehingga mampu membantu melawan kanker dalam tubuh.

Almond juga kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal seperti oleat dan palmitoleat untuk menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Dan itu berarti bahwa almond dapat mencegah penyakit jantung koroner dan stroke.

Back to topic, Jadi bagaimanakah hasil nya si kue mochi ini??


Menurut saya hasilnya chewy sekali, sangat khas kue berbahan dasar tepung ketan. Dengan isian kacang didalamnya tentu saja sangat menggugah selera. Untuk hasil yang banyak, jangan lupa disimpan di wadah tertutup. Tidak perlu memasukkannya ke dalam kulkas. Paling cepet sih tahan sampai 3 hari. Nah kalo udah agak keras, bisa deh di masukkan dulu ke microwave atau mengukus kembali sehingga agak terasa empuk dan tidak keras. 

Tapi ini mah dijamin sehari dua hari udah laris maniiiis tanjung kimpul. 
Jadi tunggu apalagi? siapkan waktu dan tenaga untuk siap membuat kerajinan tangan. Hehe.



Selamat Mencoba. ^^

***

Balikpapan, 16 November 2013

Kamis, 14 November 2013

Strawberry Mousse



Udah kadung janji mau posting resep ini sama temen lama saya nun jauh di Jogja. Uyik hay haloo haloo jeng. Ni ku tulisin yah spesial pake telooor buat dirimu. Hehe.

Sebenernya bikinnya cepet dan super simpel menurut saya. Namun bahannya yang agak susah didapat. Yup, gelatin. Dulu rada susah cari gelatin yang halal disini.

Gelatin adalah suatu jenis protein yang diekstraksi dari jaringan kolagen kulit, tulang atau ligamen (jaringan ikat) hewan.

Pembuatan gelatin merupakan upaya untuk mendayagunakan limbah tulang yang biasanya tidak terpakai dan dibuang di rumah pemotongan hewan. Banyak digunakan untuk bahan pembuatan yoghurt, roti , es krim, permen dan lain-lain.

Gelatin sendiri banyak berasal dari tulang hewan. Seperti babi dan sapi. Nah baru-baru ini juga telah ditemukan beredar dipasaran gelatin dari tumbuhan. Semacam Konyaku, dari tumbuhan laut.

Sebagai seorang muslim tentu saja saya menjadi sangat hati-hati dalam memilih produk olahan apalagi yang berbau impor. Kudu dipelototin dulu deh itu produk. Ada gak Sertifikat MUI nya. Atau paling tidak sertifikat halal dari negara tersebut berasal.

Naaah, back to topic ya. Jadi seneng donk ketika saya menemukan gelatin yang sudah ada cap halal nya di TBK terdekat. Oiya, gelatin ada dua macam ya. Dalam bentuk powder (bubuk ) ada pula yang berupa lembaran. Yang saya pakai kebetulan dalam bentuk lembaran. Pas pertama kali kenalan sama si gelatin ini. Jujur, saya rada bingung. Koq bentuknya mirip plastik mika yaaaah?? Sampe berkali-kali saya tanya sama mbak nya yang jual. "Mbak, ni beneran bisa dimakan?" Heh! Biarin deh dibilang norak. Haha*




Okey check this out the original recipe by... Saya lupa sumbernya soalnya. Haduuuh tepok jidat*maapkeun.


Bahan:
140 gr strawberry jam (saya pake homemade strawberry jam)
110 gr creamcheese ( saya pake kurleb 4 sdm merk yummy produk lokal)
65 gr gula halus
2 bh air lemon (bukan jeruk nipis loh ya, saya pake cuma setengah dari 1 buah jeruk lemon itu juga udah cukup kecut menurut saya karena saya pake strawberry segar)
10 gr gelatin ( saya pake 5 lembar gelatin)
25 ml fresh milk ( saya pake UHT tapi kebanyakan sampe 100ml )
125 gr whipped cream bubuk ( saya pake 75gr, gak suka yang terlalu creamy sih)
Isian : vanilla sponge cake atau lady finger dibasahi simple syrup/air gula ( saya males baking cake, jadinya seadanya : koko krunch, marie regal dan singkong kukus di tumbuk halus)
Cara Membuat:
Campur stroberi jam dgn cream cheese, gula, lemon, kocok sampai tercampur rata
Rendam gelatin dalam air es sampai lunak
Kocok whipped cream sampai kaku
Panaskan susu, masukkan gelatin dalam susu panas hingga gelatin larut
Masukkan larutan gelatin dalam adonan stroberi jam dan whip cream aduk rata, masukkan refrigerator.
Siapkan cake ring/ wadah gelas atau plastik mika.
Letakkan sponge cake vanilla (isian lainnya) sbg base, tuang dengan adonan mousse, susun lagi berselang seling.
Simpan dalam freezer sampai dingin, lalu dihias dgn whip cream dan buah stroberi segar.
Oles buah dengan gelatin yg sudah dicairkan dengan air panas ( ini gak saya ikutin, ribet ah keburu pengen jepret dan sikat ).




Hasilnya hmmm.. So yummy. Teksturnya mirip eskrim deh. Lembut dan creamy tapi gak eneg. Yup, karena pemakaian whipped cream saya kurangi. Dan saya pake homemade strawberry jam, jadinya manisnya pas gak terlalu eneg dan manis di lidah.

Untuk isian saya pakai tiga macam. Hari pertama karena stok gak ada sama sekali. Mau bikin kue buat base cakenya maleeees banget. Karena jadwal bikin cake hanya sebulan sekali cukup. Jadi saya pake koko krunch persediaan sarapan praktis ala suami saya. Trus yang kedua, malem nya sepulang ngaji saya sempatkan beli marie regal. Ternyata adanya Marie regal buat bayi merk Sun. Haha* tetep juga saya beli. Karena saran dari mbak Titi, sebagai pengganti si lady finger.

Trus keesokan harinya, saya penasaran bikin singkong dikukus untuk cemilan Sarah. Saya masukin lah si singkong itu. Owalaaah ternyata Sarah doyan juga.

Tapiiii menurut lidah dan selera saya. Juwaranya yang isian si marie regal baby ini. Lebih mendekati lady finger ala tiramisu itu loooh.

Okelah sekian review dari saya. Beneran enak dan patut dicoba. Worth to try deh. Cemilan nakal niih, asal gak sering-sering aja gapapa sih.


Kalo ada yang nanya bikin homemade strawberry jam gimana?? Gampang. Tinggal blender buah strawberry segar tanpa air yaaah. Jadi bener-bener puree nya ajah. Trus masak bersama gula pasir/ madu dan tambahkan perasan air lemon kuleb 1sdt/1sdm. Bila suka tambahkan yoghurt. Aduk terus sampe mendidih dan agak kental. Masukkan ke dalam botol selai dan simpan di dalam kulkas. Takarannya sesuai selera. Pokoknya diicip-icip lah pake insting. Tsaaaah*

Ini asli enak dan sehat tentunya. Karena bikin sendiri, jadi sesuai selera kita donk manisnya. Menurut saya manis dan asemnya buah strawberry bener-bener nendang eh berasa pas dan cocok di lidah.


Jadi fresh outside, healthy inside. Beugh* mirip iklan minuman aja yak.

Selamat Mencoba. Keep Healthy Cooking. ^^

***

Balikpapan, 14 November 2013

Es Blewah


Nemu blewah pas ke Supermarket kemarin rasanya berkah luar biasa buat saya. Jarang -jarang nih ada blewah pas bukan bulan puasa. Apalagi disini, harganya mahal dibanding di Jawa sana.

Langsung eksekusi dengan resep simpel dan sederhana. Almh mama saya suka banget bikinin es blewah ini kalo pas puasa Ramadhan. Pas buka puasa rasanya nyeeeesss banget. walaupun saya tetep gak pake es yang bejibun. Cukup blewah dan air gula saja.

Oh iya just sharing, saya punya penyakit radang tenggorokan dari dulu. Jadi rada sensitif sama yang namanya es krim, es batu, pokoknya yang dingin-dingin deh.

Resep :

Kerok blewah menggunakan sendok.
Jerang gula pasir bersama air di panci sampai mendidih
Lalu siram ke blewah di wadah besar. Diamkan sampai dingin di kulkas. 
Masukkan nata de coco dan es batu menjelang dihidangkan.

Dijamin Mak cleguuuk* Segeeeeeerr pas banget bikin ini cuaca lagi panas- panasnya di Balikpapan.

***

Balikpapan, 14 November 2013

Jumat, 08 November 2013

Chocolate Souffle

Udah kemeceeer banget saya pengen bikin ini cemilan. Pastinya spesial untuk suami saya yang udah beliin ramekin dari Jakarta sana. Gak muluk-muluk, request nya cuma minta bikinin Chocolate Souffle kayak di Masterchef US. 

Sebenernya tricky banget bikin ini. Soalnya yang perlu di garis bawahi adalah waktu memanggang. Cake yang diluarnya mirip cake pada umumnya, tapi kejutannya ada di bagian dalamnya yang moist eh malah cenderung meleleh coklatnya. 

Naaah, kalo untuk saya sendiri. Pressure time nya adlaah ketika Yusuf dan Sarah bangun tidur. Berarti pikiran saya jelas kacau balau. Walaupun udah pake alarm sekalipun. Pas kloter pertama, mateng dengan sempurna. Gak ada coklat leleh nya didalemnya. Baiklah, gapapa toh bisa untuk cemilan Sarah dan saya. Dilanjutkan dengan dua ramekin kloter berikutnya. Sempurna. Berhasil. Yeaay


Nah kan, Yusuf nangis, artinya to be continued yaaah..

Bingung kan kenapa saya bikin repost resep ini. Karena yang ini yang ada resepnya. Dan saya ngetiknya lewat BB, bukan di laptop. Kalo mantengin laptop lama-lama, bakalan heboh Sarah deh. Minta setelin ini lah itulah. Mamahnya terpaksa mengalah.


Karena ya gitu deh, kami menerapkan TV only for weekend. Selebihnya no TV for monday 'till friday. Kejam? Ah tidak lah. Toh tontonan di TV gak ada bagusnya untuk perkembangan anak-anak. Masih banyak sarana edukasi lain selain TV. Okelah stop bahas tv nya mari beralih ke souffle ini.

Jadi saya adakan percobaan saat memanggang. Tujuannya untuk mengenali oven saya, yaaah semacam pedekate lah. Memanggang dengan bertahap. Tidak berbarengan semua ramekin masuk.

Daaan, hasilnya sudah bisa diduga. Ada yang dalemnya tertulis, anda belum beruntung. Karena asli jadi mateng sempurna. Hiks sedih sih,tapii tetep enak koq buat dimakan.

Beruntung setelah gagal, saya pun menuai sukses. Ramekin di kloter berikutnya. Cihuuuy bener deh lelehannya. Melting kemana-mana. Saking serunya makan,lupa di foto ala terbalik atau seperti di copot dari ramekinnya.
Lupa daratan, lupa segalanya deh. Halagh hiperbolis kumat. Padahal saya bukan penyuka coklat loooh. Tapi karena efek busui kali yak, apa aja diembat. Makan satu aja udah kenyaaaang banget buat saya.







Ini resep dari blog nya mbak Hesti. Mbak Hesti menyadur dari Mr. Gordon Ramsey. Wihiii jadi dijamin deh enaknya. Thx to mbak Hesti for translate this recipe.^^

Bahan :
- 100 gr good quality of dark chocolate, potong-potong kecil (saya pake merk Colatta adanya cuman itu stok di dapur)
- 50 gr butter
- 50 gr margarin
- 100 gr gula halus
- 2 telur utuh + 2 kuning telur
- 85 gr terigu protein sedang ( kunci biru)
- 15 gr coklat bubuk
- 1/4 sdt garam
- margarin/butter untuk mengoles ramekin
- coklat bubuk untuk dusting cetakan


Cara membuat :

Olesi cetakan dengan margarin/butter. Simpan cetakan dalam kulkas sampai membeku. Ulangi lagi mengoles margarin di atas lapisan pertama. Beri coklat bubuk sampai seluruh bagian terkena. Buang sisa coklatnya sambil digoyang-goyangkan.
Tim dark chocolate, margarine, butter dan garam sampai meleleh. Aduk rata. Angkat, biarkan dingin selama sekitar 5 menit.
Kocok telur, kuning telur dan gula sampai mengembang dan berjejak. Tambahkan tepung perlahan-lahan sambil diaduk sampai rata.
Masukkan coklat leleh dalam tiga tahap sambil diaduk rata.
Tuang hampir penuh ke dalam cetakan. Simpan di kulkas minimal 20 menit.
Panaskan oven 200 C. Masukkan kue ke dalam oven dan panggang sekitar 9 -10 menit sampai permukaannya muncul crust dan pinggirnya sudah mulai terlepas dari cetakan.
Angkat. Biarkan 1 menit sebelum ditransfer ke piring saji.
Tuang kue ke atas tangan perlahan lalu pindahkan ke piring saji.


Nah,di resep itu melenceng banget di oven ku sampe 12-15menit baru mateng dengan lelehan coklat didalemnya. Jadi kenalilah oven masing-masing. Kalo perlu pake chemistry sekalian deh. Baca doa dulu ya sebelum memanggang. Hihi.

Catatan : kue ini bisa disimpan sampai satu bulan bersama cetakannya di dalam freezer. Waktu panggang ditambahkan 5 menit apabila dalam keadaan beku.



Dua di bawah ini penampakan yang gagal meleleh dalemnya. Terlihat perbedaan warna cakenya. Yang mateng sempurna jelas lebih coklat yaiyalaaaah coklat gosongnya. Wahahaaa. Namanya uji coba kadang sukses kadang juga gagal. Gak ada noda, ya gak belajar. Siip. ^^



Rabu, 06 November 2013

Petualangan di Hutan Mangrove





Hari ini memang kami merencanakan piknik keluarga. Dalam rangka merayakan my wed anniv kmren tgl 1 nov. Si Papa udah heboh mau ngajakin Sarah liat beruang madu. Sarah pun heboh tak terkira dari semalam.
Padahal start dari rumah masih agak pagi. Jam 9.30WITA. Tapi gegara mampir-mapir sana-sini,jadilah kami kesiangan. Dan memutuskan ke hutan mangrove di tengah kota.
Gak nyangka juga sih ada hutan lebat gitu di tengah kota.berasa jiwa muda euy* pasang backsound Rhoma Irama dulu yaa* dara mudaaa..darahnya para remaja..
Hutan Mangrove Margomulyo dibangun di tengah kota. Daerah belakang Plaza Kebun Sayur. Naik keatas terus, sampe ketemu SMA 8. Yup, tepat di belakang SMA 8.
Hap-hap-hap. Berjalan di atas jalan setapak yang terusun rapi terbuat dari kayu ulin. Tampak sangat alami dan menyatu dengan hutan Mangrove yang rimbun.
Setelah berjalan masuk kedalam kurang lebih 500meter, kami pun beristirahat untuk makan siang di sebuah gazebo.
Teduh, semilir angin sepoi-sepoi. Sedang asik ditengah makan siang, Sarah heboh kebelet pipis. Waduuuuh udah jauh lagi dari kamar mandi. Tapi emang anak pinter, disuruh ditahan sebentar Sarah pun menurut. Sampai akhirnya ke kamar mandi. Bolak-balik kurang lebih 5 menit hingga sampe ke gazebo lagi.
Selesai makan, kami pun bergegas melanjutkan kenarsisan kami. Ditengah asik-asik poto session. Ada seorang Bapak lewat, dan mengingatkan kami untuk hati-hati. Karena banyak ular.
Saya lebih waspada menggendong Yusuf. Saya pun membujuk suami agar cepat keluar dari hutan. Ealaaaah bukannya mau cepetan pulang, sebaliknya. Suami saya malah mengajak untuk lebih dalam lagi menyusuri hutan.
Eiiits, tapi ternyata didalam lebih wokeee banget. Kami menyusuri jembatan kayu, yang dibawahnya mengalir gemericik air. Lalu ada sebuah spot yang baguuuus banget. Sayang kalo dilewatkan untuk sekedar mejeng.
Sarah bisa mengenal habitat dan berbagai spesies di dalam hutan Mangrove. Ada Kepiting, ikan blethok, kodok, laba-laba, kupu-kupu dan masih banyak lagi.
Setelah hampir dua jam kami mengitari hutan. Maka kami putuskan untuk mengakhiri petualangan kami. Bergegas menuju pintu gerbang keluar.


Tiba-tiba ada yang aneh. Looooh koq pintunya ketutup?? Loooh koq ada rantainya?? Loooh koq digembok siiih.
Jreeng jreng jreeeeeng! Kita sukses terkunci di dalam hutan. Nah lo,gimana niiih cara keluarnya?
Tolong-tolong. Gak ada donk orang yang denger. Akhirnya suami saya bak superhero nekat manjat gerbang kayu itu.
Setelah sukses manjat sendiri, trus saya gimana donk. Bersama bayi dan seorang balita. Sementara suami saya cari pertolongan, saya masih bingung gimana cara manjat juga ya. Hehe. Nekat gak tau diri padahal bawa bayi.
Lalu ada dua orang ABG berjalan menuju kami. Dengan santainya mereka melenggang. "Ooooh dikunci ya? Biasa itu mah."Kata salah satu diantara mereka. Lalu mereka menerobos dengan cara memanjat kayu penopang tracking dari bawah.
Wahahahaaa. Cerdas! Gak kepikiran banget deh caranya kayak gitu. Tau gitu suami saya tadi gak usah pake acara manjat-manjat kayak maling ya. Hihi.
Kami pun disuruh menelpon petugas jaga. Helooow emang setenar apa siih itu petugas sampe pada apal nomer telepon nya?? Belum kami bertanya tentang nomer telepon petugas. Ternyata mereka menunjuk sebuah papan di depan pintu masuk. Ada lima buah nomer tertera disana.
Oooh baiklah. Satu persatu ditelepon oleh suami saya dengan Hp yang nyaris mati alias low batt. Sampe akhirnya di nomer telepon yang kelima. Diangkat oleh si empunya Hp. Alhamdulillah. Ada harapan!
Akhirnya setelah lama menunggu, ada seorang anak kecil bersepeda menghampiri kami. Dan sukses membuka gembok pintu gerbang. Alhamdulillah, kami pun suksesss keluar dari hutan.
Katanya kami dikunciin sama anak-anak sini. Karena Bapaknya gak kunci pintu tadi. Whaaat! Baguuuus. Kami sukses dikerjain anak-anak.

Sekian review perjalanan saya ke hutan Mangrove. Pesan saya, sebelum memasuki areal wisata manapun, pastikan kita membaca dengan seksama aturan yang tertulis. Kalo perlu catet nomer-nomer telepon peugas jaga. Dan yang paling penting tetep siapkan Hp dengan sinyal dan batere full.




Semoga review ini bermanfaat bagi siapa saja yang merencanakan piknik bersama keluarga.
Oiya, tak lupa saya ucapkan Selamat Ulang Tahun Pernikahan untuk saya dan suami di angka Empat, pada tanggal 1 November 2013. Semoga saya dan suami diberi kesehatan, kekuatan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak kami. Menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Dalam suka dan duka dilewati bersama. Anak-anak ku tumbuh menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, menjadi Qurrota A'yun, penyejuk mata dalam keluarga. Aamiin.
***
Balikpapan, 1 November 2013


Salam sukses
Ridha (innatikariedha@yahoo.com)

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT